SAVINGS BOND RITEL (SBR): MENUJU MASYARAKAT INVESTASI

 

Melanjutkan sukses penerbitan pertama kami instrumen SBR pada tahun 2014, Pemerintah akan kembali menerbitkan SBR seri yang kedua yakni SBR002 yang khusus diterbtikan untuk investor individu Warga Negara Indonesia (WNI). Pemerintah menyadari bahwa dalam rangka memperkuat perekonomian nasional, maka sangat penting untuk mengurangi ketergantungan pada pihak luar dan mewujudkan kemandirian bangsa.

Penerbitan SBR merupakan bagian dari pengembangan instrumen Obligasi Negara kepada investor ritel yang bertujuan untuk memperluas basis investor ritel dan diversifikasi instrumen. SBR tidak hanya menjadi alternatif instrumen investasi bagi masyarakat luas, tetapi juga mendorong peran serta masyarakat dalam pembiayaan pembangunan dalam rangka mewujudkan kemandirian bangsa.  

Berbeda dengan ORI yang mempunyai kupon tetap, SBR memiliki kupon mengambang dengan kupon minimal (floating with floor). Tingkat kupon SBR akan dibayarkan tiap bulan dan besarannya akan disesuaikan per tiga bulan sesuai dengan patokan yang digunakan, yaitu tingkat bunga penjaminan LPS untuk bank umum. Tingkat kupon minimal ditetapkan pada saat penerbitan, dan berlaku sampai dengan jatuh tempo. Selain itu, SBR adalah instrumen investasi yang tidak dapat diperdagangkan. Hal ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya masyarakat yang berorientasi pada investasi jangka menengah & panjang. Dengan SBR diharapkan kita dapat “Menuju Masyarakat Investasi”.

Investasi Aman, Pesisir Nyaman merupakan tagline yang akan diusung oleh Pemerintah dalam rangka penerbitan Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR002 yang mengambil tema tentang Lingkungan Hidup. Sekarang waktunya bagi Warga Negara Indonesia (WNI) untuk dapat berinvestasi sekaligus berpartisipasi langsung dalam pembangunan nasional serta berkontribusi dalam rehabilitasi Hutan Mangrove di Pesisir Pantai Indonesia.

Setiap calon investor dapat memesan SBR002 langsung melalui 24 Agen Penjual yang telah ditunjuk Pemerintah yakni 18 perbankan dan 4 perusahaan sekuritas. Melalui Agen Penjual tersebut, setiap WNI dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku dapat melakukan pemesanan SBR.

SBR seri SBR002 diperkaya fiturnya dengan adanya fasilitas pelunasan sebelum jatuh tempo (early redemption) yang dapat dilakukan pada periode yang telah ditetapkan. Early Redemption” merupakan pelunasan pokok SBR oleh Pemerintah sebelum jatuh tempo dengan cara tunai dengan memenuhi ketentuan dan persyaratan yang ditetapkan Pemerintah. Periode early redemption dilakukan mulai tanggal   dan ditutup pada tanggal 14 Juni 2017 pukul 09.00 waktu setempat dengan setelmen dilaksanakan pada tanggal 20 Juni 2017.

 

 

 

 

 

 

 
 
  1. Memperluas basis investor di dalam negeri;
  2. Sebagai alternatif instrumen investasi bagi investor ritel;
  3. Mendukung stabilitas pasar keuangan domestik;
  4. Mendukung terwujudnya masyarakat yang berorientasi pada investasi jangka menengah dan panjang; dan
  5. Mewujudkan cita-cita kemandirian dalam pembiayaan pembangunan.
 
 
  1. Tidak dapat diperdagangkan, tanpa warkat, namun dapat dicairkan lebih awal;
  2. Kupon mengambang dengan kupon minimal (floating with floor) disesuaikan tiap 3 bulan;
  3. Minimal pembelian Rp5 juta, maksimal Rp5 miliar; dan
  4. Tidak ada potensi capital gain/loss.
 
 
  1. Pembayaran kupon dan pokok sampai dengan jatuh tempo dijamin oleh Undang-Undang SUN dan dananya disediakan dalam APBN setiap tahunnya;
  2. Kupon dibayar setiap bulan;
  3. Kupon mengambang mengikuti perkembangan Tingkat Bunga Penjaminan LPS, dengan jaminan kupon minimal (floor) sampai dengan jatuh tempo;
  4. Terdapat fasilitas early redemption tanpa dikenakan redemption cost oleh Pemerintah;
  5. Dapat dijaminkan kepada pihak lain, antara lain jaminan dalam pengajuan pinjaman pada bank umum atau lembaga keuangan lainnya. Kebijakan penjaminan SBR mengikuti ketentuan dan persyaratan yang berlaku pada masing-masing pihak; dan
  6. Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk turut serta mendukung pembiayaan pembangunan nasional.
 
   
 
Pemesan Yang Berhak
  • Individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia yang ditunjukkan dengan bukti identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku.
    Prosedur Pemesanan Pembelian SBR002
    • Mendatangi kantor pusat/cabang ke 24 Agen Penjual;
    • Membuka rekening dana (jika diperlukan) pada salah satu bank umum dan rekening surat berharga (jika diperlukan) pada salah satu Sub-Registry. Rekening dana dan rekening surat berharga harus atas nama calon investor SBR002. Minimal pembelian Rp5 juta dan maksimal Rp5 miliar;
    • Mengisi Formulir Pemesanan SBR002;
    • Menyampaikan fotocopy KTP yang masih berlaku, dan bukti setor (jika diperlukan) kepada Agen Penjual  dan menerima tanda terima bukti penyerahan dokumen tersebut dari Agen Penjual.
 
 
1. Masa Penawaran 28 April – 19 Mei 2016
2. Bentuk dan Karakteristik Obligasi Obligasi Negara tanpa warkat; Tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder; Tidak dapat dicairkan sampai dengan jatuh tempo, kecuali pada masa Pelunasan Sebelum Jatuh Tempo (Early Redemption)
3. Tanggal Penjatahan 23 Mei 2016
4. Tanggal Setelmen 25 Mei 2016
5. Tanggal Jatuh Tempo 20 Mei 2018
6. Minimum Pemesanan Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah)
7. Maksimum Pemesanan Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah)
8. Jenis Kupon Mengambang dengan tingkat kupon minimal (floating with floor) dan referensi kupon adalah Tingkat Bunga Penjaminan LPS.
9. Tingkat Kupon
  • Tingkat Kupon untuk periode 3 bulan pertama (tanggal 26 Mei 2016 sampai dengan tanggal 20 Agustus 2016) adalah sebesar 7,50%, berasal  dari Tingkat Bunga Penjaminan LPS pada saat penetapan sebesar 7,25% ditambah  spread tetap 25 bps.
  • Tingkat Kupon berikutnya akan disesuaikan setiap 3 bulan pada Tanggal Penyesuaian Kupon sampai dengan Jatuh Tempo.
  • Penyesuaian Tingkat Kupon didasarkan pada Tingkat Bunga Penjaminan LPS ditambah spread tetap  25 bps. Tingkat Bunga Penjaminan LPS mengacu pada Tingkat Bunga Penjaminan Simpanan untuk Bank Umum yang berlaku pada Tanggal Penyesuaian Kupon.
  • Tingkat Kupon Minimal (floor) sebesar 7,50%
10. Pembayaran Kupon Tanggal 20 setiap bulan
11. Pembayaran Kupon Pertama Kali 20 Juni 2016
12 Periode Pengajuan Early Redemption 1-14 Juni 2017
13. Tanggal Early Redemption 20 Juni 2017
14. Nilai Maksimal Early Redemption 50% dari total kepemilikan investor di masing-masing Agen Penjual
 
 
No Nama Agen Penjual No Nama Agen Penjual
BANK
1 Bank ANZ Indonesia 14 Bank Panin
2 Bank Bukopin 15 Bank Permata
3 Bank Central Asia 16 Bank Rakyat Indonesia
4 Bank CIMB Niaga 17 Standard Chartered Bank
5 Citibank, N.A. 18 Bank Tabungan Negara
6 Bank Danamon Indonesia PERUSAHAAN SEKURITAS
7 Bank DBS Indonesia 19 Danareksa Sekuritas
8 HSBC 20 Indo Premier Securities
9 Bank Maybank Indonesia 21 Mega Capital Indonesia
10 Bank Mandiri 22 MNC Securities
11 Bank Mega  23 Sucorinvest Central Gani
12 Bank Negara Indonesia 24 Trimegah Securities
13 Bank OCBC NISP    
 
         1. Brosur SBR002  
         2. Memo Info SBR002  
         3. Slide Marketing SBR002  
         4. Peluncuran Savings Bond Ritel Seri SBR002  
 
 
 

Kementerian Keuangan RI
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko
Direktorat Surat Utang Negara

Gedung Frans Seda Lt 4 | Jl. Wahidin Raya No 1, Jakarta Pusat - 10710
Ph. 021-3810175 | fax. 021-3846516
www.djppr.kemenkeu.go.id