SUKUK TABUNGAN ST-001
Investasi Menguntungkan, Aman, Terjangkau, Sesuai Syariah

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Keuangan memberi kesempatan kepada seluruh Warga Negara Indonesia untuk berinvestasi secara aman dan sesuai syariah, sambil turut serta berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia.

 
 
 
Mengenal Sukuk Tabungan

Apa itu Sukuk Tabungan?

 

Sukuk Tabungan adalah produk investasi berbasis syariah yang diterbitkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Keuangan, yang ditujukan bagi investor individu Warga Negara Indonesia. Sukuk Tabungan merupakan varian dari Sukuk Ritel yang merupakan instrumen investasi yang khusus ditujukan bagi individu Warga Negara Indonesia.

Sebagai salah satu varian produk Sukuk Negara untuk investor individu, Sukuk Tabungan dapat lebih terjangkau oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia karena minimum pembelian yang lebih rendah (Rp 2 juta). Sukuk Tabungan juga memberikan imbalan tetap setiap bulan (fixed coupon), dan memiliki jangka waktu yang sesuai dengan kebutuhan tabungan investasi masyarakat (2 tahun). Meskipun Sukuk Tabungan tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, namun ada fasilitas pencairan sebelum jatuh tempo (early redemption).

 
         
   
Dasar Hukum 

Bentuk dan Jenis 

Dijamin Negara 

  
   
  • Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008  tentang Surat Berharga Syariah Negara
  • Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 19 Tahun 2015 sebagaimana telah diubah dengan PMK Nomor 110 Tahun 2016
  • Tanpa warkat (scriptless)
  • Diterbitkan berdasarkan prinsip syariah sebagai bukti penyertaan atas aset SBSN
  • Pembayaran imbalan dan nilai nominal dijamin penuh oleh negara
  
   
Akad Syariah 

Fatwa DSN-MUI 

Bebas Unsur Haram

  
   
  • Dibuat dengan struktur akad-akad syariah dan dituangkan ke dalam dokumen hukum penerbitan
  • Mengacu fatwa DSN-MUI Nomor 95/2015 tentang SBSN Wakalah
  • Mendapat pernyataan kesesuaian syariah (opini syariah) dari DSN MUI
  • Tidak mengandung unsur Riba, Maysir, Gharar, dan Haram
  
 

Tujuan dan Manfaat Penerbitan Sukuk Tabungan

 

Tujuan penerbitan Sukuk Tabungan adalah sebagai diversifikasi produk Sukuk Negara untuk investor individu dan memperluas basis investor Surat Berharga Negara. Penerbitan Sukuk Tabungan memberikan banyak manfaat. Hasil penerbitannya digunakan untuk membiayai pembangunan berbagai proyek-proyek APBN di Indonesia. Kehadiran Sukuk Tabungan juga memberikan kesempatan investasi berbasis syariah kepada seluruh masyarakat Indonesia serta mengembangkan pasar keuangan syariah dalam negeri.

 
 

Keuntungan berinvestasi pada Sukuk Tabungan

 

Terjangkau. Satuan pembelian cukup rendah (minimum Rp2 juta)

Aman. Pembayaran imbalan dan nilai nominal dijamin penuh oleh negara

Sesuai prinsip syariah dan turut mendukung perkembangan pasar keuangan syariah dalam negeri

Tingkat imbalan kompetitif dan pajak yang lebih rendah (15%)

Imbalan bersifat tetap (fixed coupon) 6,9% per tahun dan dibayar setiap bulan

Ada fasilitas pencairan sebelum jatuh tempo (early redemption)

Turut berpartisipasi dalam mendukung pembiayaan pembangunan nasional

 
 

Risiko Investasi Sukuk Tabungan

 

Risiko Gagal Bayar (Default Risk)

Sebagai instrumen pasar modal, Sukuk Tabungan tidak memiliki risiko gagal bayar karena pembayaran pokok dan imbalannya dijamin penuh oleh Negara.

Risiko Likuiditas (Liquidity Risk)

Sukuk Tabungan memiliki risiko likuiditas karena tidak dapat diperdagangkan/dialihkan. Namun, Sukuk Tabungan dapat dicairkan sebelum jatuh tempo dengan memanfaatkan fasilitas early redemption.

 
 

Siapa Saja yang Dapat Berinvestasi di Sukuk Tabungan?

 

Setiap individu Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) bisa berinvestasi dalam Sukuk Tabungan secara aman, sesuai syariah, serta turut berpartisipasi dalam membangun Indonesia.

 
 
 
 
Fitur Sukuk Tabungan ST-001 Tahun 2016

Karakteristik Sukuk Tabungan

 

Jangka waktu 2 tahun

Terjangkau dengan pembelian minimum Rp 2 juta dan maksimal Rp 5 miliar

Imbalan bersifat tetap sebesar 6,9% per tahun dan dibayar setiap bulan

Sesuai prinsip syariah dengan menggunakan akad Wakalah

Tidak dapat diperjualbelikan di pasar sekunder

Terdapat fasilitas pencairan sebelum jatuh tempo (early redemption)

 
 

Sukuk Tabungan memiliki beberapa keunggulan dibandingkan instrumen investasi lainnya. Berikut adalah perbandingan Sukuk Tabungan dengan beberapa instrumen investasi lainnya.

 
 

Perbandingan Sukuk Tabungan dengan Sukuk Ritel dan Saving Bonds Ritel

    Sukuk Tabungan   Sukuk Ritel   Saving Bonds Ritel
Jangka Waktu   2 tahun   3 tahun   2 tahun
             
Minimal Pemesanan   Rp 2 juta   Rp 5 juta   Rp 5 juta
             
Maksimal Pemesanan   Rp 5 miliar   Rp 5 miliar   Rp 5 miliar
             
Perdagangan di Pasar Sekunder (Tradability)   Non-tradable   Tradable setelah holding period   Non-tradable
             
Fasilitas Early Redemption   Ada, dilaksanakan pada saat pembayaran kupon ke-12   Tidak ada   Ada, dilaksanakan pada saat pembayaran kupon ke-13
             
Maksimum Early Redemption   50% dari kepemilikan   Tidak ada   50% dari kepemilikan di tiap Agen Penjual
             
Minimum Kepemilikan Untuk Melakukan Early Redemption   Rp 4 juta (dengan minimum unit yang dilakukan early redemption Rp 2 juta/2 unit)   Tidak ada   Rp 10 juta (dengan minimum unit yang dilakukan early redemption Rp 5 juta/5 unit)
             
Kupon/Imbalan   Fixed rate s.d. jatuh tempo   Fixed rate s.d. jatuh tempo   Floating rate dengan ambang bawah (LPS rate + spread)
             
Manfaat Instrumen   Tabungan investasi   Instrumen investasi   Instrumen investasi
 
 

 

Perbandingan Sukuk Tabungan dengan Instrumen Investasi Lainnya

 
 
Sukuk Tabungan
 
Deposito
 
Reksadana
  Saham
Sifat Instrumen   Penyertaan terhadap Aset SBSN   Tabungan   Portofolio efek   Penyertaan terhadap perusahaan
                 
Jangka Waktu   2 tahun   3, 6, 12 bulan   Ada   Tidak ada
                 
Imbalan   Fixed, dibayar setiap bulan   Bunga deposito dapat berubah setiap saat   NAB   Dividen
                 
Perdagangan di Pasar Sekunder (Tradability)   Tidak bisa, namun ada fasilitas early redemption   Tidak bisa   Bisa diperdagangkan   Bisa diperdagangkan
                 
Jaminan Pemerintah   Ada 100%   Maksimal Rp 2 miliar   Tidak ada   Tidak ada
                 
Kesesuaian Prinsip Syariah   Fatwa dan opini syariah dari DSN-MUI   Hanya untuk simpanan di perbankan syariah   Hanya untuk produk reksadana syariah   Hanya untuk saham yang masuk Jakarta Islamic index
 
 
 
 
Cara Berinvestasi di Sukuk Tabungan ST-001

Kapan Kita Dapat Membeli Sukuk Tabungan ST-001?

 

Setiap individu Warga Negara Indonesia dapat membeli Sukuk Tabungan ST-001 selama periode penawaran, yaitu dari tanggal 22 Agustus 2016 hingga 02 September 2016.

 
 

Dimana Kita Dapat Membeli Sukuk Tabungan ST-001?

 

Sukuk Tabungan ST-001 dapat dibeli di 26 Agen Penjual yang telah ditunjuk oleh Pemerintah, yaitu:

 
 
Bank   Perusahaan Efek
Bank Mandiri Bank BCA Danareksa Sekuritas
Bank BRI Bank Permata Trimegah Securities
Bank BTN Bank Panin MNC Securities
Bank BNI Bank Maybank Indonesia Sucorinvest Central Gani
Bank Syariah Mandiri Bank ANZ Indonesia Bahana Securities
Bank Muamalat Indonesia Bank DBS Indonesia Mega Capital Indonesia
Bank BRI Syariah Standard Chartered Bank  
Bank OCBC NISP Citibank N.A.  
HSBC Bank Danamon Indonesia  
Bank CIMB Niaga Bank Mega  
 
 

Bagaimana Cara Membeli Sukuk Tabungan ST-001?

 

  1. Investor individu Warga Negara Indonesia yang memiliki KTP mendatangi Agen Penjual Sukuk Tabungan ST-001,
  2. Investor membuka rekening dana bank umum dan rekening surat berharga*, menyediakan dana pembelian, mengisi dan menandatangani formulir pemesanan. Selanjutnya  formulir pemesanan yang telah ditandatangani, fotocopy KTP, dan bukti setor diserahkan kepada Agen Penjual,
  3. Menunggu hasil penjatahan Sukuk Tabungan ST-001 oleh Pemerintah (5 September 2016),
  4. Dalam hal tidak mendapat penjatahan, investor akan menerima pengembalian dana dari Agen Penjual (maksimal 9 September 2016),
  5. Jika mendapat penjatahan, investor akan menerima konfirmasi kepemilikan Sukuk Tabungan ST-001 dari Agen Penjual.

*Pembukaan rekening dana bank umum untuk menampung dana tunai atas pembayaran imbalan dan nilai nominal Sukuk Tabungan (rekening dana wajib atas nama pemesan sesuai dengan KTP). Pembukaan rekening surat berharga di bank kustodian untuk mencatat kepemilikan Sukuk Tabungan atas nama investor.

 
 

Biaya Apa Saja Yang Ada Dalam Pembelian Sukuk Tabungan ST-001?

 

  • Biaya materai untuk membuka rekening bank umum (tidak perlu jika sudah punya rekening bank umum).
  • Biaya materai untuk membuka rekening surat berharga (tidak perlu jika sudah punya rekening surat berharga).
  • Biaya transfer dana (berbeda-beda pada setiap Agen Penjual)

 
 

Pencairan Sebelum Jatuh Tempo (Early Redemption) Sukuk Tabungan ST-001?

 

Investor yang membutuhkan likuiditas dapat memanfaatkan fasilitas early redemption, dengan ketentuan berikut:

  • Periode early redemption akan dibuka pada pembayaran imbalan ke-12. Fasilitas early redemption dapat diajukan antara tanggal 18 hingga 28 Agustus 2017.
  • Investor hanya dapat mengajukan permohonan early redemption melalui Agen Penjual dimana investor melakukan pemesanan pembelian Sukuk Tabungan ST-001.
  • Investor yang dapat melakukan early redemptionadalah investor yang memiliki Sukuk Tabungan ST-001 minimal Rp 4 juta di setiap Agen Penjual dimana investor melakukan pemesanan pembelian.
  • Nominal yang dapat diajukan early redemption minimal Rp2 juta dengan kelipatan sesuai nominal per unit SBSN yaitu Rp1 juta, dan maksimal 50% dari kepemilikan Sukuk Tabungan di setiap Agen Penjual tempat investor melakukan pemesanan pembelian Sukuk Tabungan.
 
 

Tanggal Penting

 
Tanggal
 
Kegiatan
 
Tempat

19 Agustus 2016

 

Launching Masa Penawaran Sukuk Tabungan ST-001 oleh Menteri Keuangan. Penetapan  tingkat imbalan & final terms and condition

 

Aula Mezzanine, Gd. Juanda I,
Kementerian Keuangan
Jl. Dr. Wahidin Raya No. 1,
Jakarta Pusat-10710

22 Agustus-2 September 2016

 

Masa Penawaran/Pembelian Sukuk Tabungan ST-001

 

Kantor Agen Penjual

5 September 2016

 

Masa penjatahan ST-001 oleh Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko

 

Gedung Frans Seda,
Kementerian Keuangan
Jl. Dr. Wahidin Raya No. 1 Jakarta Pusat 10710

7 September 2016

 

Setelmen

   

9 September 2016

 

Pengembalian dana yang tidak mendapat penjatahan (maks 3 hari kerja setelah penjatahan)

   

19 September 2016

 

Konfirmasi kepemilikan

   
     

Informasi Terkait

   
     

 

Kementerian Keuangan RI
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko
Direktorat Pembiayaan Syariah

Gedung Frans Seda Lt 5 | Jl. Wahidin Raya No 1, Jakarta Pusat - 10710
Ph. 021-3516296 | fax. 021-3510728

email: webmaster@djppr.kemenkeu.go.id | twitter: @DJPPRkemenkeu
www.djppr.kemenkeu.go.id